Fuji Divonis ADHD, Apakah Berbahaya Jika Tidak Ditangani?

Fuji Divonis ADHD, Apakah Berbahaya Jika Tidak Ditangani?

Fujianti Utami secara mengejutkan mengungkapkan jika dirinya mengidap penyakit mental ADHD. Sebagai informasi, Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif.

Sontak pernyataan Fuji itu menuai rasa khawatir dari para penggemarnya. Walau begitu, ditemui belum lama ini, selebgram berusia 21 tahun ini justru menyebut vonis tersebut menjadi berkah tersendiri baginya, terlebih dirinya saat ini merupakan seorang content creator.

“Aku gak melihat ini menjadi hal yang buruk kok. Karena dari ADHD aku ini, aku menjadi aktif, jadi mikir terus, jadi gak ngambil pusing omongan orang karena aku gampang lupa. Dan kalo di dunia content creator gini, otak kita mikir terus jadi kreatif ya. Jadi aku mengambil itu sebagai berkah dari tuhan,” jelas Fuji, ditemui Selasa (26/12).

Terkait penyakit ADHD yang dialami Fuji, seorang psikolog bernama Nurchayati memberikan penjelasannya. Meski penyakit ini biasanya terdeteksi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan baru terdeteksi saat sudah dewasa.

“Penyakit mental yang terjadi karena gangguan pada perkembangan syaraf yang ditandai oleh sikap yang sulit untuk fokus, hiperaktif, dan impulsive, ADHD biasanya terdeteksi pada usia anak-anak. Tapi tidak menutup kemungkinan masa anak-anaknya tidak terdeteksi, lalu gejalanya makin berat baru dirasakan menganggu pada saat dewasa,” kata Nurchayati.

Meski ADHD ini tidak bisa sepenuhnya disebabkan bawaan genetik, namun jika ada keluarga yang sebelumnya pernah mengalami hal serupa, maka orang tersebut memiliki gen cikal bakal bisa kena juga. Hal ini tentu harus segera ditangani, jika tidak bisa menjadi hambatan untuk orang tersebut.

“Kalo tidak ditangani, pasti akan mempengaruhi kinerjarnya. Kualitas hubungan dengan orang lain, termasuk juga ke dirinya bisa lebih mudah merasa insecure, kurang percaya diri, lebih mudah cemas yang pada akhirnya mudah merasa depresi,” jelas Nurchayati.


#beritaterkini
#beritaviral#judionline#judislot#promojudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *